Senin, 27 Februari 2012

kritik kritik


Memilih subyek kritik

Kritik berjudul “Pengarang Menelanjangi Manusia” karya Putu Arya Tirtawirya yang ditulis dalam buku berjudul KRITIK SASTRA sebuah antalogi yang diterbitkan pada tahun 1984. kritik ini hasil dari analisis dari sebuah novel karya Mochtar Lubis yang berjudul Harimau! Harimau! Dengan tebal 215 halaman.

Membaca

kritik ini membahas novel Harimau! Harimau! dalam dua hal, yaitu bentuk dan isinya. Namun dalam bentuk yang dibahas secara keseluruhan, namun penulis masih menyinggung tentang gaya bahasa dan cara penyampaian dalam cerita. Namun dalam kritik ini, penulis lebih mementingkan isi dari novel Mochtar Lubis ini dalam melihat bagaimana manusia kebanyakan. Dapat dilihat pada paragraf kedua dan ke empat terdapat sepenggal cerita yang diambil dari novel yang menunjukkan pokok yang akan menjadi bahan kritik.

Dalam kritik ini, Putu Arya memandang dari segi subyektifitas karena kritik yang ia buat tidak memberikan pengaruh apapun terhadap pembaca. Sehingga kritik ini lebih kepada kritik fungsionalis daripada kritik formalis. Seperti yang nampak pada paragraf pertama, ketiga dan ke lima dan sebagian pada paragraf kedua dan ke empat.

Pada umumnya sebuah sebuah kritik mempunyai beberapa pesan moral kepada para pembacanya. Semuanya itu adalah untuk membawa kebaikan pada waktu yang akan datang. Dalam kritik ini penulis ingin menyampaikan bahwa Mochtar Lubis menggambarkan manusia itu kadang selalu memakai topeng dalam hidupnya. Hidupnya selalu ada kedzaliman dan itu bagaikan binatang, buas seperti harimau. Sehingga sesama manusia harus saling mencintai dan dicintai. Untuk itu, setiap manusia harus bisa membunuh harimau yang ada dalam dirinya, yaitu segala sesuatu yang buruk dan buas agar dapat hidup nyaman dan tentram dalam kebahagian.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar