Memilih subyek kritik
Kritik berjudul
“Pengarang Menelanjangi Manusia”
karya Putu Arya Tirtawirya yang ditulis dalam buku berjudul KRITIK
SASTRA sebuah antalogi yang
diterbitkan pada tahun 1984. kritik ini hasil dari analisis dari
sebuah novel karya Mochtar Lubis yang berjudul Harimau! Harimau!
Dengan tebal 215 halaman.
Membaca
kritik
ini membahas novel Harimau! Harimau! dalam dua hal, yaitu bentuk dan
isinya. Namun dalam bentuk yang dibahas secara keseluruhan, namun
penulis masih menyinggung tentang gaya bahasa dan cara penyampaian
dalam cerita. Namun dalam kritik ini, penulis lebih mementingkan isi
dari novel Mochtar Lubis ini dalam melihat bagaimana manusia
kebanyakan. Dapat dilihat pada paragraf kedua dan ke empat terdapat
sepenggal cerita yang diambil dari novel yang menunjukkan pokok yang
akan menjadi bahan kritik.
Dalam
kritik ini, Putu Arya memandang dari segi subyektifitas karena kritik
yang ia buat tidak memberikan pengaruh apapun terhadap pembaca.
Sehingga kritik ini lebih kepada kritik fungsionalis daripada kritik
formalis. Seperti yang nampak pada paragraf pertama, ketiga dan ke
lima dan sebagian pada paragraf kedua dan ke empat.
Pada
umumnya sebuah sebuah kritik mempunyai beberapa pesan moral kepada
para pembacanya. Semuanya itu adalah untuk membawa kebaikan pada
waktu yang akan datang. Dalam kritik ini penulis ingin menyampaikan
bahwa Mochtar Lubis menggambarkan manusia itu kadang selalu memakai
topeng dalam hidupnya. Hidupnya selalu ada kedzaliman dan itu
bagaikan binatang, buas seperti harimau. Sehingga sesama manusia
harus saling mencintai dan dicintai. Untuk itu, setiap manusia harus
bisa membunuh harimau yang ada dalam dirinya, yaitu segala sesuatu
yang buruk dan buas agar dapat hidup nyaman dan tentram dalam
kebahagian.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar