Rabu, 28 Maret 2012

apresisasi sastra kritik


Judul esai:
pesan dalam cerpen islami Dan Malaikat pun Ruku
judul buku:
Dan Malaikat Pun Ruku’
Pengarang:
Ekky Al-Malaky
Penerbit dan Tahun Terbit:
PT Mizan Publika, 2000
Jumlah Halaman:
117 halaman
Komentar:

                Dalam cerpen Dan Malaikat pun Ruku’  karya Ekky Al-Malaky  beliau memberitahukan kepada para pembaca tentang kehidupan saudara muslim yang ada di daerah minoritas. Ekky Al-Malaky mencoba untuk mengungkapkan bahwa pada saat itu islam masih dianggap remeh dan selalu dicurigai oleh agama lain, khususnya bangsa barat. Mereka masih curiga dengan aktivitas Islam. Mencurigai setiap gerak dan kehidupan para saudara islam yang ada di Negara tersebut. Dalam buku ini, penulis berusaha mengungkapkan sebenarnya islam. Islam bukan seperti yang ada dalam kecurigaan mereka selama ini. Penulis ingin membeberkan tentang perlakuan saudara islam yang ada di Negara yang menjadikan mereka menjadi kaum minoritas. Penulis juga menceritakan tentang sebenarnya islam itu tidak jahat, bukan teroris. Lewat tulisannya yang tidak menjudge kaum non islam. Penulis membuatnya seobjektif mungkin agar tidak menciptakan polemik yang lain.
                Dari keseluruhan bagian isi yang terdapat dalam cerita Dan Malaikat pun Ruku’ Ekky Al-malaky telah menyingkap semua kejadian yang telah dialami saudara muslim yang berada di luar negeri dan menjadi kaum minoritas di dalamnya. Dapat diambil kesimpulan dalam cerpen tersebut bahwa sesungguhnya islam itu indah dan bersahabat. Hal ini untuk meyakinkan dan memberitahukan kepada orang lain tentang sesungguhnya islam.

Sabtu, 03 Maret 2012

ANALISIS CERPEN


Pengantar

Cerita pendek (cerpen) sebagai salah satu jenis karya sastra ternyata dapat memberikan manfaat kepada pembacanya. Di antaranya dapat memberikan pengalaman pengganti, kenikmatan, mengembangkan imajinasi, mengembangkan pengertian tentang perilaku manusia, dan dapat menyuguhkan pengalaman yang universal. Pengalaman yang universal itu tentunya sangat berkaitan dengan hidup dan kehidupan manusia serta kemanusiaan. Ia bisa berupa masalah perkawinan, percintaan, tradisi, agama, persahabatan, sosial, politik, pendidikan, dan sebagainya. Jadi tidaklah mengherankan jika seseorang pembaca cerpen, maka sepertinya orang yang membacanya itu sedang melihat miniatur kehidupan manusia dan merasa sangat dekat dengan permasalahan yang ada di dalamnya. Akibatnya, si pembacanya itu ikut larut dalam alur dan permasalahan cerita. Bahkan sering pula perasaan dan pikirannya dipermainkan oleh permasalahan cerita yang dibacanya itu. Ketika itulah si pembacanya itu akan tertawa, sedih, bahagia, kecewa, marah , dan mungkin saja akan memuja sang tokoh atau membencinya.
Saya memilih salah satu cerpen dari kumpulan cerpen dari tiga penulis yang berjudul DAN MALAIKAT PUN RUKUK karya Agustrijanto. Cerpen ini merentang dari segala penjuru dunia dan kilasan masa, dari Andalusia Lama, hingga Oklahoma, dari Condet zaman colonial hingga Kobe kala diguncang gempa, semua dengan benang merah: semangat untuk berbagi tentang nasib umat Islam dunia, dengan beragam situasi dan kondisinya. Cerpen ini akan di ulas berdasarkan dengan teori sastra yang saya punya.

Synopsis cerpen Dan Malaikat Pun Ruku

            Cerpen Dan Malaikat Pun Rukuk karya Agustrijanto ini menceritakan tentang kelompok islam yang hidup dalam golongan minoritas di Andalusia Lama yang hidupnya selalu terpinggirkan diantara golongan orang Kristen. Mereka, para kelompok islam minoritas selalu diperlakukan tidak manusiawi. Mereka dituduh Kristen kafir, sampai mereka dibakar hidup-hidup satu keluarga. Namun, Rosalinan melihat sesuatu yang aneh setiap ia menyaksikan adegan tersebut. Para korban tampak tenang menghadapi kematian. Klimaknya ketika misa mingguan, pada hari itu suasananya berbeda, lebih khidmad. Dengan bersimpuh, Rosalina menguatkan genggaman tangan memuja Tuhannya. Tiba-tiba saat matanya terbuka, ia melihat lukisan di dinding gereja itu bergerak seperti manusia hidup. Ia melihat malaikat bersayap tersenyum kepadanya. Ia tak percaya melihat ke sekeliling ruangan tampak semua malaikat bergerak dan serentak mengangkat kedua tangannya kedekat telinga lalu menempelkan ke dua tangan itu ke arah tumit. Tanpa sadar ia mengikuti gerakan tersebut dan tiba-tiba terdengar suara keras mengejutkan sukmanya. “Bangsat! Dia Islam!”.
            Sejak saat itu, Rosalina dijebloskan ke penjara dan akan dihukum layaknya para kaum islam yang biasanya ia saksikan saat prosesi pembakaran. Pada saat Rosalina dibakar hidup-hidup, terucap kata-kata dari mulutnya. Semua orang yang mellihat kejadian tersebut seraya menitikan air matanya dan menangis. Asap hitam pekat mengapung di udara. Menyesakki pagi itu, memasuki celah-celah rumah warga namun ia biarkan ia masuk tanpa penghalang.
Tema

Cerpen dan malaikat pun ruku ini mengambil tema tentang agama islam yang masih minoritas di Negara lain. Yaitu berada di Andalusia. Agustrijanto ingin mengangkat tema tentang islam yang sesungguhnya. Dimana islam itu baik, indah dan bersahabat. Karena dalam cerita tersebut golongan islam tergambar meskipun dalam keadaan sangat tertindas masih begitu sabar dan tak pernah melakukan tindakan balas dendam.

Sudut pandang
Dalam cerita yang mengangkat nilai dan ingin berbagi dengan sesama ini mengambil sudut pandang orang ketiga. Karena dalam cerpen itu penulis menceritakan semua kejadian baik di saat prosesi pembakaran hidup-hidup, saat Rosalina melihat para malaikat membimbingnya untuk meniru gerakan orang islam yaitu ruku, dan saat Rosalina dibakar hidup-hidup.

Alur
Alur cerita yang digunakan menulis cerpen ini adalah alur maju. Dimana ia menceitakan semua kejadian dengan urut dan bukan suatu kilas balik.
  
Amanat
            Amanat yang bisa diambil dari cerpen ini ialah, penulis ingin memberitahu dan berbagi pengalaman dengan sesama kaum muslim di Indonesia tentang pengalaman para saudara muslim kita yang ada di luar wilayah Indonesia. Seperti yang ada pada cover belakang sudah tercantumkan tujuan dari cerpen ini. Namun secara khusus, cerpen ini memberi amanat bahwa Tuhan itu mempunyai jalan cerita dan rencana yang tak pernah terduga bagi siapa saja. Dapat dilihat dari cerita, seorang Rosalina yang merupakan orang yang khusyuk dalam beribadah dan merupakan seorang biarawati tiba-tiba melihat malaikat membimbingnya ruku. Sampai akhirnya ia berbalik dihukum oleh orang-orang gereja yang sebelumnya telah mengutuk kaum islam.

Analisis

 Cerpen Dan Malaikat Pun Ruku ini cerita yang diangkat sangat menarik untuk dibaca. Dari segi bahasa yang digunakan sudah baik. Dengan bahasa yang mudah untuk dipahami serta tidak begitu kaku, ringan. Dari awal cerita, kita akan dibuat penasaran dengan apa yang akan terjadi selanjutnya. Melihat cerita yang tiba-tiba akan membakar satu keluarga gubernur, menarik mata kita untuk melanjutkan cerita selanjutnya. Kalimat-kalimat yang digunakan mampu membuat batin kita untuk menerawang pada saat itu bagaimana kejadian yang menimpa para korban di Andalusia Lama. Cerita dalam cerpen tersebut tidak menggunakan diskriptif yang terlalu panjang. Banyak variasi yang dilakukan Agustrijanto dalam pembuatann novel ini. Sehingga pembaca tidak jenuh untuk membacanya karena memang Agustrijanto merupakan penulis yang telah lama berkiprah di dunia cerpen, menjadikan beliau berpengalaman dalam setiap proses pembuatan cerita.
Dibantu dengan judul cerita Dan Malaikat Pun Ruku membuat kita bertanya-tanya dengan isi dari cerita tersebut. Judul memang penting dalam setiap pembuatan karya. Kita bisa tertarik walau hanya membaca judul yang ada pada karya sastra. Ini terjadi di cerpen Agustrijanto. Beliau membuat judul yang dijadikan judul sampul kumpulan cerpen ini karena memang judul tersebut paling membuat orang bertanya-tanya “Malaikat mana yang ruku?”, “Untuk apa Malaikat itu ruku?” dan sebagainya.
Selain itu, cerpen tersebut mengandung nilai yang ingin disampaikan oleh penulis tentang keadaan Islam di lain wilayah di dunia yang menjadi kaum minoritas. Sedangkan pada saat itu juga sedang gencar-gencarnya Negara barat yang telah mengalami suatu kejadian terorisme. Seperti yang terjadi pada tahun 2001 saat dua buah pesawat yang dibajak oleh teroris menabrak gedung kembar pencakar langit di Amerika Serikat pada 21 September 2001. Amerika pada saat itu menuduh kelompok islam yang menjadi dalang dalam peristiwa tersebut, dan saat itu pula nama Islam mulai dicoreng mentah-mentah oleh Negara barat. Sejak saat itu posisi Islam selalu dalam keadaan dicurigai. Islam dianggap agama yang tidak berprikemanusiaan, biadab, dan semua yang negative ditunjukkan kepada kaum Islam. Dalam cerpen ini, penulis ingin menyampaikan pesan kepada dunia melalui karyanya bahwa sebenarnya Islam itu adalah agama yang indah, cinta damai, sabar dan penuh kasih sayang dan tak pernah mendendam. Pernyataan itu ditulis secara konotatif oleh Agustrijanto dalam cerita Dan Malaikat Pun Ruku ini. Beliau ingin menegaskan bahwa apa yang ditunjukkan kepada kaum Islam itu salah, hanya sebuah spekulasi yang belum tentu benar.
Kesimpulan akhir menurut saya, cerpen ini sudah baik dalam berbagai hal, baik dari judul, isi dan gaya bahasanya juga sudah bagus. Ceritanya universal, tidak menunjukkan suatu pembelaan yang berlebih-lebihan terhadap apa yang ia ceritakan. Semuanya subyektif namun sangat mengena kalau beliau hanya ingin berbagi kisah.