Oscar Fingal O’Flahertie Wills
Wilde (Oscar Wilde) adalah seorang novelis, dramawan, penyair, dan cerpenis
asal Irlandia. Ia merupakan salah satu
penulis
drama
paling sukses pada akhir era Victoria di London.
Karir Wilde berawal dari
menulis
cerita
anak, The Happy Prince and Other Tales (1888). Dari sana ia beranjak kesebuah
novel, yang merupakan novel satu-satunya, The Picture of Dorian Gray (1890).
Barulah dua tahun kemudian ia berkesempatan mementaskan dramanya, Lady
Windemere’s Fan, yang memperoleh banyak pujian. Hal ini menebalkan keyakinan
Oskar bahwa dunia
teater adalah jalan hidupnya. Ia pun semakin antusias
berkarya.
Judul-judul lain dari
pementasan drama Wilde yang tak kalah penting adalah: A Woman of No Importance
of Being Earnest pada tahun 1895, yang membuat namanya semakin melekat dihati
pencinta drama.
Lewat buku ini, Oscar
Wilde benar-benar membuktikan bahwa dirinya sas-trawan ulung yang piawai
menulis dalam beragam genre: novel, cerpen, puisi, esai, lakon, dan dongeng.
Sastrawan legendaris ini, di balik kisah hidupnya yang flamboyan dan sangat
kontroversial, ternyata mahir menulis dongeng-dongeng yang indah dan penuh
makna.
Dalam
buku yang ditulis oleh Oscar Wilde yang berjudul Pangeran Bahagia menceritakan tentang patung pangeran yang tinggi
menjulang di pusat kota. Patung tersebut belapiskan emas dan berhiasakan
permata di pedang dan di sepasang mata sang pangeran yang terkenal memiliki
hidup yang sangat bahagia. Hingga sampai meninggalpun hidupnya sangat bahagia. Namun
kali ini dia melihat sesuatu yang sangat berbeda dengan kehidupan yang dia
jalani selama hidup dalam tembok kerajaan. Dari puncak tugu dimana patung ini
berpijak, dia bisa melihat kehidupan nyata dan sangat berbeda tentang keadaan
para warganya.
Pada
saat melihat keadaan para warganya yang kesusahan, pangeran bahagia menangis
padahal sebelumnnya dia tak pernah menangis dan selalu bahagia. Dalam buku ini
diceritakan persahabatannya dengan seekor burung walet yang kesepian yang
sedang berusaha mengejar kumpulannya untuk bermigrasi ke mesir. Namun karena
tersesat burung walet pun memutuskan untuk istirahat di bawah patung pangeran
bahagia. Dan mulai dari sini lah persahabatan keduanya berawal. Pangeran yang
sedih menyaksikan kehidupan kotanya yang
ada berbagai pemandangan. Mulai dari kemeriahan dan kesunyian, kebahagiaan dan
penderitaan para penduduknya.
Merasa
tidak bisa berbuat apa-apa, pangeran bahagia menyuruh sang burung walet untuk
mencongkel permata yang ada di pedangnya untuk diberikan kepada keluarga
penjahit yang sedang kesusahan. Burung walet pun melaksanakan tugas dari
pangeran bahagia itu. Kemudian saat burung walet hendak pergi, pangeran bahagia
meminta tolong sekali lagi untuk mencongkelkan satu permata yang ada di matanya
untuk diberikan kepada gadis kecil penjual korek api. Kemudian saat burung
walet hendak pergi menyusul kawanannya, pangeran bahagia kembali meminta tolong
untuk terakhir kalinya. Dia berharap permata yang ada di satu matanya dapat
diberikan kepada seorang pemuda yang kesulitan mengerjakan naskah drama. Kemudian
walet itu terbang dan memberikan permata itu kepada pemuda malang tersebut.
Burung
walet yang hendak pergi meninggalkan pangeran mengalihkan niatnya untuk
menyusul kawanannya. Karena saat ini pangeran sudah tidak memiliki mata untuk
melihat. Walet pun memutuskan untuk tetap bersama pangeran bahagia dan
melaksanakan apapun perintah dari pangeran bahagia, yaitu untuk membagikan
lembaran emas yang menyelimuti tubuh patung pangeran bahagia hingga tak tersisa.
Bahkan karena kesetiaannya, walet pun mati dibawah kaki pangeran bahagia sampai
patung tersebut di ganti dengan patung
walikota kota tersebut.
Dilihat
dari keseluruhan isi cerita dalam buku Oscar Wilde, terlihat buku tersebut
mirip buku untuk anak-anak. Isi ceritanya mirip dengan dongeng yang selama ini
ada dimasyarakat dan dibacakan saat anak-anak akan terlelap tidur pada malam
hari. Cerita dalam kumpulan cerita oscar wilde menggunakan bahasa yang ringan
berbeda dengan cerita-cerita yang biasanya ada di dalam cerita untuk bacaan
orang-orang dewasa ataupun remaja.
Namun
secara keseluruhan isi dari kumpulan cerita dalam buku Oscar Wilde menceritakan
kehidupan kemanusiaan pada umumnya. Yaitu tentang kebaikan, keindahan,
pengorbanan, persahabatan, kasih sayang, budi pekerti dan tentu saja tentang
cinta. Seperti pada kebanyakan buku, Oscar Wilde menyajikan cerita yang umum
ada dimasyarakat namun dibuat dengan gaya yang berbeda meskipun terkesan
seperti dongeng anak-anak. Namun jika dilihat dari biografi dan riwayat
kepengarangannya, Oscar Wilde juga pernah menulis cerita anak-anak. Sehingga tidak
salah jika saat membuat cerita masih terinspirasi saat membuat dongeng.
Secara
keseluruhan buku ini memang layak untuk dibaca oleh kelompok umur berapapun. Karena
cerita yang dimuat di dalamnya mengandung banyak sekali pesan moral yang patut
untuk dijadikan pedoman hidup bermasyarakat. Bahkan baik juga untuk dijadikan
bahan referensi bacaan untuk anak-anak kecil. Dari pembahasaan yang digunakan
cukup mudah untuk dipahami oleh pembaca karena ringan dan tidak terlalu
berfilsafat meskipun ada dalam cerita lain dalam buku yang mengharuskan kita
untuk sedikit berfikir apa maksud dari cerita tersebut. Pada umumnya buku Pangeran Bahagia karya Oscar Wilde adalah
buku yang mengasyikkan dan pantas untuk dibaca oleh kalangan usia berapapun.
SUMBER DATA
Wilde,
Oscar. 2011. Pangeran Bahagia. Jakarta. PT. Serambi Ilmu
Semesta.