Rabu, 09 Mei 2012

Komentar "Pangeran Bahagia"

Oscar Fingal O’Flahertie Wills Wilde (Oscar Wilde) adalah seorang novelis, dramawan, penyair, dan cerpenis asal Irlandia. Ia merupakan salah satu penulis drama paling sukses pada akhir era Victoria di London.
Karir Wilde berawal dari menulis cerita anak, The Happy Prince and Other Tales (1888). Dari sana ia beranjak kesebuah novel, yang merupakan novel satu-satunya, The Picture of Dorian Gray (1890). Barulah dua tahun kemudian ia berkesempatan mementaskan dramanya, Lady Windemere’s Fan, yang memperoleh banyak pujian. Hal ini menebalkan keyakinan Oskar bahwa dunia teater adalah jalan hidupnya. Ia pun semakin antusias berkarya.
Judul-judul lain dari pementasan drama Wilde yang tak kalah penting adalah: A Woman of No Importance of Being Earnest pada tahun 1895, yang membuat namanya semakin melekat dihati pencinta drama.
Lewat buku ini, Oscar Wilde benar-benar membuktikan bahwa dirinya sas-trawan ulung yang piawai menulis dalam beragam genre: novel, cerpen, puisi, esai, lakon, dan dongeng. Sastrawan legendaris ini, di balik kisah hidupnya yang flamboyan dan sangat kontroversial, ternyata mahir menulis dongeng-dongeng yang indah dan penuh makna.

Dalam buku yang ditulis oleh Oscar Wilde yang berjudul Pangeran Bahagia menceritakan tentang patung pangeran yang tinggi menjulang di pusat kota. Patung tersebut belapiskan emas dan berhiasakan permata di pedang dan di sepasang mata sang pangeran yang terkenal memiliki hidup yang sangat bahagia. Hingga sampai meninggalpun hidupnya sangat bahagia. Namun kali ini dia melihat sesuatu yang sangat berbeda dengan kehidupan yang dia jalani selama hidup dalam tembok kerajaan. Dari puncak tugu dimana patung ini berpijak, dia bisa melihat kehidupan nyata dan sangat berbeda tentang keadaan para warganya.
Pada saat melihat keadaan para warganya yang kesusahan, pangeran bahagia menangis padahal sebelumnnya dia tak pernah menangis dan selalu bahagia. Dalam buku ini diceritakan persahabatannya dengan seekor burung walet yang kesepian yang sedang berusaha mengejar kumpulannya untuk bermigrasi ke mesir. Namun karena tersesat burung walet pun memutuskan untuk istirahat di bawah patung pangeran bahagia. Dan mulai dari sini lah persahabatan keduanya berawal. Pangeran yang sedih menyaksikan kehidupan kotanya  yang ada berbagai pemandangan. Mulai dari kemeriahan dan kesunyian, kebahagiaan dan penderitaan para penduduknya.
Merasa tidak bisa berbuat apa-apa, pangeran bahagia menyuruh sang burung walet untuk mencongkel permata yang ada di pedangnya untuk diberikan kepada keluarga penjahit yang sedang kesusahan. Burung walet pun melaksanakan tugas dari pangeran bahagia itu. Kemudian saat burung walet hendak pergi, pangeran bahagia meminta tolong sekali lagi untuk mencongkelkan satu permata yang ada di matanya untuk diberikan kepada gadis kecil penjual korek api. Kemudian saat burung walet hendak pergi menyusul kawanannya, pangeran bahagia kembali meminta tolong untuk terakhir kalinya. Dia berharap permata yang ada di satu matanya dapat diberikan kepada seorang pemuda yang kesulitan mengerjakan naskah drama. Kemudian walet itu terbang dan memberikan permata itu kepada pemuda malang tersebut.
Burung walet yang hendak pergi meninggalkan pangeran mengalihkan niatnya untuk menyusul kawanannya. Karena saat ini pangeran sudah tidak memiliki mata untuk melihat. Walet pun memutuskan untuk tetap bersama pangeran bahagia dan melaksanakan apapun perintah dari pangeran bahagia, yaitu untuk membagikan lembaran emas yang menyelimuti tubuh patung pangeran bahagia hingga tak tersisa. Bahkan karena kesetiaannya, walet pun mati dibawah kaki pangeran bahagia sampai patung tersebut di ganti dengan  patung walikota kota tersebut.
Dilihat dari keseluruhan isi cerita dalam buku Oscar Wilde, terlihat buku tersebut mirip buku untuk anak-anak. Isi ceritanya mirip dengan dongeng yang selama ini ada dimasyarakat dan dibacakan saat anak-anak akan terlelap tidur pada malam hari. Cerita dalam kumpulan cerita oscar wilde menggunakan bahasa yang ringan berbeda dengan cerita-cerita yang biasanya ada di dalam cerita untuk bacaan orang-orang dewasa ataupun remaja.
Namun secara keseluruhan isi dari kumpulan cerita dalam buku Oscar Wilde menceritakan kehidupan kemanusiaan pada umumnya. Yaitu tentang kebaikan, keindahan, pengorbanan, persahabatan, kasih sayang, budi pekerti dan tentu saja tentang cinta. Seperti pada kebanyakan buku, Oscar Wilde menyajikan cerita yang umum ada dimasyarakat namun dibuat dengan gaya yang berbeda meskipun terkesan seperti dongeng anak-anak. Namun jika dilihat dari biografi dan riwayat kepengarangannya, Oscar Wilde juga pernah menulis cerita anak-anak. Sehingga tidak salah jika saat membuat cerita masih terinspirasi saat membuat dongeng.
Secara keseluruhan buku ini memang layak untuk dibaca oleh kelompok umur berapapun. Karena cerita yang dimuat di dalamnya mengandung banyak sekali pesan moral yang patut untuk dijadikan pedoman hidup bermasyarakat. Bahkan baik juga untuk dijadikan bahan referensi bacaan untuk anak-anak kecil. Dari pembahasaan yang digunakan cukup mudah untuk dipahami oleh pembaca karena ringan dan tidak terlalu berfilsafat meskipun ada dalam cerita lain dalam buku yang mengharuskan kita untuk sedikit berfikir apa maksud dari cerita tersebut. Pada umumnya buku Pangeran Bahagia karya Oscar Wilde adalah buku yang mengasyikkan dan pantas untuk dibaca oleh kalangan usia berapapun.

SUMBER DATA
Wilde, Oscar. 2011. Pangeran Bahagia. Jakarta. PT. Serambi Ilmu Semesta.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar