Pengertian Afiks Dan Afiksasi
Afiks adalah dalam suatu kata ada satuan gramatik yang menjadi tempay melekatnya satuan gramatik lain dalam membentuk satu kara dasar dan atau kata yang biasa disebut bentuk dasar serta ada satuan gramatik yang dilekatkan pada bentuk dasar itu. Menurut M. Ramlan (50:1987) afiks ialah satuan gramatik terikat yang di dalam suatu kata merupakan unsur yang buka kara dan bukan pokok kata, yang memiliki kesanggupan melekat pada satuan-satuan lain untuk membentuk kata atau pokok kata baru.
Misalnya kata minuman. Kata ini terdiri dari dua unsur, ialah minum yang merupakan kata dan –an yang merupakan satuan terikat. Maka mrfem-an diduga merupakan afiks.
Afiksasi adalah proses pembentukan kata dengan cara menggabungkan afiks pada bentuk dasar. Karena afiks sering juga disebut sebagai imbuhan, maka afiksasi juga dapat disebut sebagai proses penambahan afiks atau imbuhan menjadi kata. Hasil proses pembentukan kata dengan afiks atau imbuhan itu disebut kata berimbuhan.
Contoh:
ber-padaLARI - berjberlari
me(N)- pada runcing - meruncing
-an pada pakai - pakaian
Macam-macam Afiksasi (prefiks, sufiks, infiks,konfiks, gabungan afiks, Simulfiks, Superfiks, Interfiks dan Transfiks )
1 Prefiks (Awalan)
Ialah afiks (imbuhan) yang ditempatkan di bagian muka dasar (mungkin kata dasar atau kata kompleks/jadian).
Contoh:
ber - -berjalan, bermain
di- -ditulis, dibeli, dipukul
meN- -menulis, membaca, mempertahankan
ter- -terpilih, terbawa
2 Sufiks (Akhiran)
Ialah morfem terikat yang digunakan di bagian belakang kata atau dilekatkan pada akhir dasar.
Contoh:
-an -makanan, mainan
-kan -ambilkan
-man, -wati _seniman, seniwati
3 Infiks (Sisipan)
Ialah afiks yang diselipkan atau dilekatkan di tengah kata dasar.
Contoh:
-el, -geletar,
-em, -gemetar,
-er, - gerigi
-in -kinerja
4 Konfiks
Ialah gabungan prefiks dan sufiks yang dilekatkan sekaligus pada awal dan akhir dasar.
Contoh:
ber – an -berdatangan, berhamburan
ke—an -keuangan, keahlian
per—an -perjuagan, pertemuan
se—nya -sebaik-baiknya, sebesar-besarnya
5 Gabungan Afiks
Ialah gabungan prefiks dan sufiks yang ditambahkan pada kata dasar tidak sekaligus.
Contoh:
ber—an -berpakaian
-pakai_pakaian berpakaian
member—kan -memberlakukan
laku_ berlaku_ berlakukan _memberlakukan
6 Simulfiks
Ialah afiks yang disamakan dengan ciri-ciri segmental yang dileburkan pada kata dasarnya. Biasanya di samakan dengan nasalisasi dari fonem pertama suatu bentuk dasar, dan fungsinya ialah membentuk verba atau memverbakan nomina, adjectiva atau kelas kata yang lain menjadi kata kerja.
Contoh:
Kopi → ngopi
Sate → nyate
Kebut → ngebut
Tulis → nulis
7 Superfiks atau suprafiks
Superfiks atau suprafiks adalah afiks yang dimanifestasikan dengan ciri-ciri suprasegmental atau afiks yang berhubungan dengan morfem suprasegmental
Imbuhan superfiks dapat kita jumpai dalam bahasa-bahasa daerah, superfiks itu sama halnya dengan bahasa dialek yang hanya di miliki oleh daerah tertentu.
Contoh :
Suwe → lama
Wedi → akut
Biti → kecil
Malampo → gemuk.
8 Interfiks
Interfiks yaitu suatu jenis infiks yang muncul di antara dua unsur. Dalam bahasa indonesia interfiks terdapat pada kata-kata bentukan baru, misalnya: interfiks –n-dan -o-.
Contoh:
indonesia-logi → indonesianologi
jawa-logi → jawanologi.
9 Transfiks
Transfiks yaitu jenis infiks yang menyebabkan kata dasar menjadi terbagi-bagi. Bentuk ini terdapat dalam bahasa-bahasa Afro-Asiatika, antara lain dalam bahasa arab.
Contoh:
nshr -a-a, → nashara
dzhb-a-a → dzahaba.
Afiks adalah dalam suatu kata ada satuan gramatik yang menjadi tempay melekatnya satuan gramatik lain dalam membentuk satu kara dasar dan atau kata yang biasa disebut bentuk dasar serta ada satuan gramatik yang dilekatkan pada bentuk dasar itu. Menurut M. Ramlan (50:1987) afiks ialah satuan gramatik terikat yang di dalam suatu kata merupakan unsur yang buka kara dan bukan pokok kata, yang memiliki kesanggupan melekat pada satuan-satuan lain untuk membentuk kata atau pokok kata baru.
Misalnya kata minuman. Kata ini terdiri dari dua unsur, ialah minum yang merupakan kata dan –an yang merupakan satuan terikat. Maka mrfem-an diduga merupakan afiks.
Afiksasi adalah proses pembentukan kata dengan cara menggabungkan afiks pada bentuk dasar. Karena afiks sering juga disebut sebagai imbuhan, maka afiksasi juga dapat disebut sebagai proses penambahan afiks atau imbuhan menjadi kata. Hasil proses pembentukan kata dengan afiks atau imbuhan itu disebut kata berimbuhan.
Contoh:
ber-padaLARI - berjberlari
me(N)- pada runcing - meruncing
-an pada pakai - pakaian
Macam-macam Afiksasi (prefiks, sufiks, infiks,konfiks, gabungan afiks, Simulfiks, Superfiks, Interfiks dan Transfiks )
1 Prefiks (Awalan)
Ialah afiks (imbuhan) yang ditempatkan di bagian muka dasar (mungkin kata dasar atau kata kompleks/jadian).
Contoh:
ber - -berjalan, bermain
di- -ditulis, dibeli, dipukul
meN- -menulis, membaca, mempertahankan
ter- -terpilih, terbawa
2 Sufiks (Akhiran)
Ialah morfem terikat yang digunakan di bagian belakang kata atau dilekatkan pada akhir dasar.
Contoh:
-an -makanan, mainan
-kan -ambilkan
-man, -wati _seniman, seniwati
3 Infiks (Sisipan)
Ialah afiks yang diselipkan atau dilekatkan di tengah kata dasar.
Contoh:
-el, -geletar,
-em, -gemetar,
-er, - gerigi
-in -kinerja
4 Konfiks
Ialah gabungan prefiks dan sufiks yang dilekatkan sekaligus pada awal dan akhir dasar.
Contoh:
ber – an -berdatangan, berhamburan
ke—an -keuangan, keahlian
per—an -perjuagan, pertemuan
se—nya -sebaik-baiknya, sebesar-besarnya
5 Gabungan Afiks
Ialah gabungan prefiks dan sufiks yang ditambahkan pada kata dasar tidak sekaligus.
Contoh:
ber—an -berpakaian
-pakai_pakaian berpakaian
member—kan -memberlakukan
laku_ berlaku_ berlakukan _memberlakukan
6 Simulfiks
Ialah afiks yang disamakan dengan ciri-ciri segmental yang dileburkan pada kata dasarnya. Biasanya di samakan dengan nasalisasi dari fonem pertama suatu bentuk dasar, dan fungsinya ialah membentuk verba atau memverbakan nomina, adjectiva atau kelas kata yang lain menjadi kata kerja.
Contoh:
Kopi → ngopi
Sate → nyate
Kebut → ngebut
Tulis → nulis
7 Superfiks atau suprafiks
Superfiks atau suprafiks adalah afiks yang dimanifestasikan dengan ciri-ciri suprasegmental atau afiks yang berhubungan dengan morfem suprasegmental
Imbuhan superfiks dapat kita jumpai dalam bahasa-bahasa daerah, superfiks itu sama halnya dengan bahasa dialek yang hanya di miliki oleh daerah tertentu.
Contoh :
Suwe → lama
Wedi → akut
Biti → kecil
Malampo → gemuk.
8 Interfiks
Interfiks yaitu suatu jenis infiks yang muncul di antara dua unsur. Dalam bahasa indonesia interfiks terdapat pada kata-kata bentukan baru, misalnya: interfiks –n-dan -o-.
Contoh:
indonesia-logi → indonesianologi
jawa-logi → jawanologi.
9 Transfiks
Transfiks yaitu jenis infiks yang menyebabkan kata dasar menjadi terbagi-bagi. Bentuk ini terdapat dalam bahasa-bahasa Afro-Asiatika, antara lain dalam bahasa arab.
Contoh:
nshr -a-a, → nashara
dzhb-a-a → dzahaba.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar