A.
Kesepadanan
Yang
dimaksud dengan kesepadanan ialah keseimbangan antara pikiran
(gagasan) dan strukturbahasa yang dipakai. Kesepadanan kalimat ini
diperlihatkan oleh kesatuan gagasan yang kompak dan kepaduan pikiran
yang baik.
Kesepadanan
kalimat itu memiliki beberapa ciri, seperti tercantum di bawah ini.
- Kalimat itu mempunyai subjek dan predikat dengan jelas.
Ketidak jelasan
subjek atau predikat suatukali mattentu saja membuat kalimat itu
tidak efektif. Kejelasan subjek dan predikat suatu kalimat dapat
dilakukan dengan menghindarkan pemakaian kata depan di,
dalam bagi untuk, pada, sebagai ,tentang, mengenai, menurut, dan
sebagainya di depan subjek.
Contoh:
a. Bagi
semua mahasiswa perguruan tinggi ini harus membaya ruang kuliah.
(Salah)
b. Semua
mahasiswa perguruan tinggi ini harus membayar uang kuliah. (Benar)
2.
Tidak terdapat subjek yang ganda
Contoh:
a. Penyusunan
laporan itu saya dibantu oleh paradosen.
b. Saat
itu saya kurang jelas.
Kalimat-kalimat
itu dapat diperbaiki dengan cara berikut.
a. Dalam
menyusun laporan itu, saya dibantu oleh paradosen.
b. Saat
itu bagi saya kurang jelas.
3.
Kalimat penghubungn intra kalimat tidak dipakai pada kalimat tunggal
Contoh:
a. Kami
dating agak terlambat. Sehingga kami tidak dapat mengikuti acara
pertama.
b. Kakaknya
membeli sepedamotor Honda. Sedangkan diamembeli sepeda motor Suzuki.
Perbaikan
kalimat-kalimat ini dapat dilakukan dengan dua cara. Pertama,
ubahlah kalimat itu menjadi kalimat majemuk dan kedua,
gantilah
ungkapan penghubung intrakalimat menjadi ungkapan penghubung antar
kalimat, sebagai berikut:
a.
Kami
dating agak terlambat sehingga kami tidak dapat mengikuti acara
pertama.
Atau
Kami
dating terlambat. Oleh karena itu, kami tidak dapa tmengikuti acara
pertama.
b.
Kakaknya
membeli sepeda motor Honda, sedangkan diamembeli sepeda motor Suzuki.
Atau
Kakaknya
membeli sepeda motor Honda. Akan tetapi, diamembeli sepeda motor
Suzuki.
4.
Predikat kalimat tidak didahului oleh kata yang.
Contoh:
a. Bahasa
Indonesia yang berasal dari bahasa Melayu.
b. Sekolah
kami yang terletak di depanbioskop Gunting.
Perbaikannya
adalahs ebagai berikut.
a. Bahasa
Indonesia berasal dari bahasa Melayu.
b. Sekolah
kami terletak di depan bioskop Gunting.
B.
Kehematan
Yang dimaksud
dengan kehematan dalam kalimat efektifa dalah hemat mempergunakan
kata, frasa, atau bentuk lain yang dianggap tidak perlu. Kehematan
tidak berarti harus menghilangkan kata-kata yang dapat menambah
kejelasan kalimat.
Peghematan
di sini mempunyaiarti penghematan terhadap kata yang memang tidak
diperlukan, sejauh tidak menyalahi kaidah tata bahasa.
Ada
beberapa kriteria yang perlu di perhatikan.
1.
Penghematan dapat dilakukan dengan cara menghilangkan pengulangan
subjek.
Perhatikan
contoh:
a.
Karena ia
tidak
diundang, dia
tidak
dating ketempat itu.
b.
Hadirin serentak berdiri setelah mereka
mengetahu
ibah wapresiden datang.
Perbaikan
kalimat itua dalah sebagai berikut.
a.
Karena
tidak di undang, dia tidak dating ketempat itu.
b.
Hadirin
serentak berdiri setelah mengetahu ibahwa presiden datang.
2.
Penghematan dapat dilakukan dengan cara menghindarkan pemakaian
superordinat pada hiponimi
kata.
Kata
merah
sudah
mencakupi kata warna.
Kata
pipit
sudah
mencakupi kata burung.
Perhatikan:
a.
Ia memakai baju warna
merah.
b.
Di mana engkau menangkap burung pipit
itu?
Kalimat
itu dapat di ubah menjadi
a.
Ia memakai baju merah.
b.
Di mana engkau menangkap pipit
itu?
3.
Penghematan dapat di lakukan dengan cara menghindarkan kesinoniman
dalam satu kalimat.
Kata
naik
bersinonim
dengan keatas.
Kata
turun
bersinonim
dengan kebawah.
Perhatikan
kalimat-kalimat di bawah ini.
a.
Dia hanya
membawa
badannya saja.
b.
Sejak
dari pagi
dia bermenung.
Kalimat
ini dapat diperbaiki menjadi
a.
Dia hanya
membawa
badannya.
b.
Sejak
pagi
dia bermenung.
4.
Penghematan dapat dilakukan dengan cara tidak menjamakkan kata-kata
yang berbentuk jamak.
Misalnya:
BentukTidak
Baku Bentuk Baku
paratamu-tamu paratamu
beberapa
orang-orang beberapa orang
Tidak ada komentar:
Posting Komentar