MENELAAH PROSES KRITIK
DALAM ESAI KRITIK
“KRITIK DARA PADA
LELAKI ISENG”
KARYA MAMAN S MAHAYANA
Dalam buku yang disusun oleh Maman S
Mahayana yang berjudul “Bermain dengan
Cerpen – Apresiasi dan Kritik Cerpen Indonesia” terdapat satu esai yang
berjudul Kritik Dara pada Lelaki Iseng. Esai
sebanyak lima halaman ini terdapat tiga bagian yang mengupas diskripsi dan
pemikiran yang terdapat pada cerpen Rumah Dara karya Titis Basino yang pertama
kali dimuat dimajal Sastra, No. 12,
Th. II, 1962. Berikut adalah sajian penelaahan karya kritik menurut prosesnya,
yaitu memilih subjek, membaca, mengidentifikasi, dan menginterpretasi.
A. Memilih Subjek
Pengkritik memilih cerpen Rumah Dara terlihat jelas pada
keseluruhan bagian pertama esai kritik karya Maman S Mahayana. Terlebih pada
paragraf 1, 2, 8 dan 9. Dari semua paragraf saling menjelaskan dan melengkapi
pernyataan pengkritik.
B. Membaca
Proses yang kedua tentang membaca,
dalam esai ini proses membaca terdapat pada keseluruhan paragraf. Terdapat
kutipan-kutipan dari cerpen Rumah Dara
yang kemudian dikaji lebih mendalam.
C. Mengidentifikasi
Pengkritik mengkaji cerpen Rumah Dara menggunakan dua kajian, yaitu
kajian fungsional dan formal. Kajian formal yang mengupas struktur, unsur, dan
teori yang digunakan oleh Maman S Mahayana dapat ditemukan pada bagian pembuka.
Sedangkan objek kajian fungsionalnya terdapat di hampir seluruh paragraf dalam
esai tersebut.
Penyajian ini dilakukan-meletakkan
kajian formal terlebih dahulu kemudian kajian fungsionalnya sebagai penutup-
untuk memudahkan para pembaca untuk memahami isi dari esai yang ditulis oleh
Maman S Mahayana.
D. Menginterpretasi
Proses menginterpretasi yang
dilakukan pengkritik terdapat pada paragraf 3, 6 dan 9 yang saling berhubungan.
Terdapat kutipan-kutipan dalam esai kritik ini. Namun secara keseluruhan esai
kritik ini lebih mengutamakan kajian fungsionalnya daripada kajian formalnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar