Pengertian
Diabetes melitus (DM) merupakan penyakit kelainan metabolisme yang
di sebabkan kurangnyainsulin. Diabetes melitus (DM) adalah keadaan
hiperglikemia kronik di sertai berbagai kelainanmetabolik akibat gangguan
hormonal yang menimbulkan berbagai komplikasi kronik padamata, ginjal, saraf
dan pembuluh darah di sertai lesi pada membran basalis dalampemerikasaan dengan
pemeriksaan mikroskop elektron.Diabetes melitus (DM) adalah
adalah suatu gangguan kronik yang bercirikan hiperglikemia (glukosa
darah terlampau meningkat ) dan khususnya menyangkut metabolisme lemah
danprotein juga terganggu.EtiologiDiabetes melitus bisa disebabkan oleh dua
penyebab yaitu Diabetes yang timbul akibatkurangnya insulin
dari kelenjar pankreas disebut DM tipe I, di sebabkan oleh reaksi autoniumberupa
serangan antibodi terhadap sel beta pankreas.Sedangkan Diabetes karena insulin
tidak berfungsi dengan baik disebut DM tipe II, karenareseptor insulin pada sel
berkurang atau berubah struktur sehingga hanya sedikit glukosa yangberhasil
masuk ke sel. Kondisi ini dalam jangka panjang akan merusak pembuluh darah
danmenimbulkan berbagai komplikasi.Faktor prediposisi
Penyakit diabetes melitus yang biasa dikenal dengan kencing
manis ataupun penyakit gula ini dapat dibedakan menjadi 3 bagiany yaitu :
Diabetes
melitus tipe 1 dikenal sebagai diabetes yang tergantung insulin. tipe ini berkembang
jika sel-sel beta pankreas memproduksi insulin terlalu sedikit atau bahkan
tidak memproduksi sama sekali. Jenis ini biasanya muncul sebelum usia 40
tahunan bahkan termasuk pada usia anak-anak.
Sampai saat ini penyakit diabetes melitus tipe 1 tidak dapat dicegah karena
penyebabnya bukan dari pola makan yang tidak sehat melainkan karena adanya
kesalahan reaksi autoimunitas yang menghancurkan sel beta pankreas. Reaksi
autoimunitas tersebut dapat dipicu oleh adanya infeksi pada tubuh.
Diet dan olah raga tidak bisa menyembuhkan ataupun mencegah diabetes
tipe 1. Kebanyakan penderita diabetes tipe 1 memiliki kesehatan dan berat badan
yang baik saat penyakit ini mulai dideritanya. Selain itu, sensitivitas maupun
respons tubuh terhadap insulin umumnya normal pada penderita diabetes tipe ini,
terutama pada tahap awal.
dimana Penderita dirawat dengan menyuntikkan insulin dan dianjurkan
untuk melakukan diet khusus diabetes serta melakukan pengawasan yang teliti
terhadap tingkat glukosa darah melalui alat monitor pengujian darah. 5-10% dari
penderita diabetes menderita diabetes tipe 1 namun untuk penanganan diabetes
melitus tipe 2 agak
berbeda karena penyebab
diabetes melitus
ditentukan oleh beberapa factor
Diabetes
Melitus Tipe 2 dikenal sebagai penyakit gula yang tidak tergantung Insulin. Diabet
tipe 2 ini berkembang ketika tubuh masih mampu menghasilkan insulin tetapi
tidak cukup dalam pemenuhannya atau bisa juga disebabkan karena insulin yang
dihasilkan mengalami resistance insulin dimana insulin tidak bekerja secara
maksimal.
Sekitar 90-95% penderita diabetes melitus termasuk dalam tipe diabetes 2.
Penderita dirawat dengan mangatur pola makan, latihan dan menyuntikkan insulin
untuk mencapai kadar gula dan tekanan darah yang senormal mungkin. sedangkan
5-10 adalah diabetes
melitus gestational
dan diabet tipe 1
Gestational diabetes mellitus (GDM) diakibatkan oleh kombinasi
dari kemampuan reaksi dan pengeluaran hormon insulin yang tidak cukup, seperti
Tipe 2 di beberapa kesaksian. Biasanya terjadi selama kehamilan dan dapat
sembuh setelah melahirkan. Diabetes gestasional meliputi gestational impaired
glucose tolerance (GIGT) dan gestational diabetes mellitus (GDM) dan
berdasarkan tahap klinis tanpa mempertimbangkan patogenesis dapat dibedakan menjadi
3 antara lain :
- Insulin requiring
for survival diabetes, seperti pada kasus defisiensi peptida-C.
- Insulin requiring
for control diabetes. Pada tahap ini, sekresi insulin endogenus tidak
cukup untuk mencapai gejala normoglicemia, jika tidak disertai dengan
tambahan hormon dari luar tubuh.
- Not insulin
requiring diabetes
Meskipun bersifat temporer namun Gestational diabetes mellitus kemungkinan dapat merusak kesehatan janin karena efeknya berhubungan
dengan jantung, organ pernafasan yang dapat menimbulkan kecacatan pada bayi
ketika dilahirkan selain itu tentunya sangat mengganggu kesehatan ibu hamil.
Hanya sekitar 20–50% dari wanita penderita diabetes melitus tipe ini dapat bertahan hidup untuk itu bagi
ibu hamil yang menderita tipe diabet ini sangat memerlukan pengawasan secara
medis sepanjang kehamilan dan sebagai pencegahan anda perlu mengetahui gejala
diabetes dan hal
hala apa saja yang menjadi penyebab
diabetes melitus
dan usahakan agar selalu memeriksa kadar gula secara berkala.
Diabates bisa dialami siapa saja termasuk ibu hamil. Resiko dabetes bagi
tiap orang berbeda-beda. Lalu bagaimana bila diabetes terjadi pada wanita
hamil? Seberapa bahaya diabetes bagi wanita hamil?
Bahaya diabetes kehamilan
Diabetes
kehamilan berisiko menimbulkan komplikasi kehamilan yang membahayakan ibu hamil
dan bayinya. Risiko komplikasi bagi ibu hamil mencakup hipertensi
kehamilan (pre-eklamsia), edema (pembengkakan), cairan ketuban terlalu
banyak, melahirkan bayi lebih besar dari ukuran normal (makrosomia) dan
persalinan prematur. Potensi risiko untuk bayinya termasuk penyakit
kuning, gula darah rendah dan kesulitan bernafas saat lahir.
Bayi yang
ibunya terkena diabetes kehamilan cenderung memiliki berat badan besar karena
dia harus membuat insulin ekstra untuk mengontrol gula darah yang tinggi,
sehingga cadangan lemak dan jaringannya besar. Hal ini dapat
membuat proses kelahirannya sulit dan seringkali harus melalui operasi caesar. Bayi tersebut juga dapat
memiliki gula darah rendah (hipoglikemia) setelah lahir karena tingkat
insulin tubuhnya yang tinggi. Beberapa studi menunjukkan bahwa bayi yang lahir
dari ibu yang menderita diabetes kehamilan lebih berisiko terkena diabetes tipe 2 dan obesitas di usia dewasanya.
PRINSIP
PERENCANAAN MAKAN ORANG DENGAN DIABETES DI INDONESIA
A. Kebutuhan Kalori.
Kebutuhan kalori sesuai untuk mencapai dan mepertahankan berat badan ideal komposisi
energi adalah 60 – 70% dari karbohidrat, 10 – 15% dari protein dan 20 – 25% dari lemak.
Ada beberapa cara untuk menentukan jumlah kalori yang dibutuhkan orang dengan
diabetes. Diantaranya adalah dengan memperhitungkan berdasarkan kebutuhan kalori basal yang
besarnya 25-30 kalori/kg BB ideal, ditambah dan dikurangi bergantung pada beberapa faktor
yaitu jenis kelamin, umur, aktifikasi, kehamilan/laktasi, adanya komplikasi dan berat badan.
Cara lain adalah seperti tabel 1. Sedangkan cara yang lebih gampang lagi adalah dengan
pegangan kasar, yaitu untuk pasien kurus 2300 – 2500 kalori, normal 1700 – 2100 kalori dan
gemuk 1300 – 1500 kalori.
Kebutuhan kalori sesuai untuk mencapai dan mepertahankan berat badan ideal komposisi
energi adalah 60 – 70% dari karbohidrat, 10 – 15% dari protein dan 20 – 25% dari lemak.
Ada beberapa cara untuk menentukan jumlah kalori yang dibutuhkan orang dengan
diabetes. Diantaranya adalah dengan memperhitungkan berdasarkan kebutuhan kalori basal yang
besarnya 25-30 kalori/kg BB ideal, ditambah dan dikurangi bergantung pada beberapa faktor
yaitu jenis kelamin, umur, aktifikasi, kehamilan/laktasi, adanya komplikasi dan berat badan.
Cara lain adalah seperti tabel 1. Sedangkan cara yang lebih gampang lagi adalah dengan
pegangan kasar, yaitu untuk pasien kurus 2300 – 2500 kalori, normal 1700 – 2100 kalori dan
gemuk 1300 – 1500 kalori.
Tabel 1. Kebutuhan Kalori Orang Dengan Diabetes
Kalori/kg BB ideal
Dewasa Kerja santai sedang berat
Gemuk 25 30 35
Normal 30 35 40
Kurus 35 40 40-50
Kalori/kg BB ideal
Dewasa Kerja santai sedang berat
Gemuk 25 30 35
Normal 30 35 40
Kurus 35 40 40-50
Perhitungan Berat Badan Idaman.
Dengan rumus Brocca yang dimodifikasi adalah sebagai berikut :
Berat badan idaman = 90% x (TB dalam cm – 100) x 1 kg.
Bagi pria dengan tinggi badan dibawah 160 cm dan wanita di bawah 150 cm, atau bagi mereka
yang berumur lebih dari 40 tahun, rumus dimodifikasi menjadi.
Berat badan ideal = (TB dalam cm – 100) x 1 kg.
Sedangkan menurut Body Mass Index (BMI) atau Indeks Massa Tubuh (IMT) yaitu berat
badan (kg) TB2 sebagai berikut :
Berat ideal : BMI 21 untuk wanita
BMI 22,5 untuk pria.
Faktor-faktor yang menentukan kebutuhan kalori.
1. Jenis Kelamin.
Kebutuhan kalori pada wanita lebih kecil daripada pria, untuk ini dapat dipakai angka 25
kal/kg BB untuk wanita dan angka 30 kal/kg BB untuk pria.
2. Umur.
§ Pada bayi dan anak-anak kebutuhan kalori adalah jauh lebih tinggi daripada orang
dewasa, dalam tahun pertama bisa mencapai 112 kg/kg BB.
§ Umur 1 tahun membutuhkan lebih kurang 1000 kalori dan selanjutnya pada anakanak
lebih daripada 1 tahun mendapat tambahan 100 kalori untuk tiap tahunnya.
§ Penurunan kebutuhan kalori diatas 40 tahun harus dikurangi 5% untuk tiap dekade
antara 40 dan 59 tahun, sedangkan antara 60 dan 69 tahun dikurangi 10%, diatas 70
tahun dikurangi 20%.
3. Aktifitas Fisik atau Pekerjaan.
Jenis aktifitas yang berbeda membutuhkan kalori yang berbeda pula. Jenis aktifitas
dikelompokan sebagai berikut :
§ Keadaan istirahat : kebutuhan kalori basal ditambah 10%.
§ Ringan : pegawai kantor, pegawai toko, guru, ahli hukum, ibu rumah tangga, dan
lain-lain kebutuhan harus ditambah 20% dari kebutuhan basal.
§ Sedang : pegawai di insdustri ringan, mahasiswa, militer yang sedang tidak perang,
kebutuhan dinaikkan menjadi 30% dari basal.
§ Berat : petani, militer dalam keadaan latihan, penari, atlit, kebutuhan ditambah 40%.
§ Sangat berat : tukang beca, tukang gali, pandai besi, kebutuhan harus ditambah
50% dari basal.
4. Kehamilan/Laktasi.
Pada permulaan kehamilan diperlukan tambahan 150 kalori/hari dan pada trimester II dan III
350 kalori/hari. Pada waktu laktasi diperlukan tambahan sebanyak 550 kalori/hari.
5. Adanya komplikasi. Infeksi,
Trauma atau operasi yang menyebabkan kenaikan suhu memerlukan tambahan kalori
sebesar 13% untuk tiap kenaikkan 1 derajat celcius.
6. Berat Badan.
Bila kegemukan/terlalu kurus, dikurangi/ditambah sekitar 20-30% bergantung kepada
tingkat/kekurusannya.
B. Gula.
Gula dan produk-produk lain dari gula dikurangi, kecuali pada keadaan tertentu, misalnya
pasien dengan diet rendah protein dan yang mendapat makanan cair, gula boleh diberikan untuk
mencukupi kebutuhan kalori, dalam jumlah terbatas. Penggunaaan gula sedikit dalam bumbu
diperbolehkan sehingga memungkinkan pasien dapat makan makanan keluarga. Penggunaaan
gula untuk minuman dapat diberikan sesuai petunjuk bila diperlukan.
C. Standard Diet Diabetes Mellitus.
Untuk perencanaan pola makan sehari, pasien diberi petunjuk berapa kebutuhan bahan
makanan setiap kali makan dalam sehari dalam bentuk Penukar (P). Lihat lampiran (satu) 1.
Berdasarkan pola makan pasien tersebut dan daftar bahan makanan penukar, dapat disuusn
menu makanan sehari-hari.
D. Daftar Makanan Penukar.
Daftar bahan makanan penukar adalah suatu daftar nama bahan makanan dengan
ukuran tertentu dan dikelompokkan berdasarkan kandungan kalori, protein, lemak dan hidrat
arang. Setiap kelompok bahan makanan dianggap mempunyai nilai gizi yang kurang lebih sama .
Dikelompokkan menjadi 7 kelompok bahan makanan yaitu :
§ Golongan 1 : bahan makanan sumber karbohidrat.
§ Golongan 2 : bahan makanan sumber protein hewani.
§ Golongan 3 : bahan makanan sumber protein nabati.
§ Golongan 4 : sayuran.
§ Golongan 5 : buah-buahan.
§ Golongan 6 : Susu.
§ Dolongan 7 : Minyak
§ Golongan 8 : makanan tanpa kalori.
Dengan rumus Brocca yang dimodifikasi adalah sebagai berikut :
Berat badan idaman = 90% x (TB dalam cm – 100) x 1 kg.
Bagi pria dengan tinggi badan dibawah 160 cm dan wanita di bawah 150 cm, atau bagi mereka
yang berumur lebih dari 40 tahun, rumus dimodifikasi menjadi.
Berat badan ideal = (TB dalam cm – 100) x 1 kg.
Sedangkan menurut Body Mass Index (BMI) atau Indeks Massa Tubuh (IMT) yaitu berat
badan (kg) TB2 sebagai berikut :
Berat ideal : BMI 21 untuk wanita
BMI 22,5 untuk pria.
Faktor-faktor yang menentukan kebutuhan kalori.
1. Jenis Kelamin.
Kebutuhan kalori pada wanita lebih kecil daripada pria, untuk ini dapat dipakai angka 25
kal/kg BB untuk wanita dan angka 30 kal/kg BB untuk pria.
2. Umur.
§ Pada bayi dan anak-anak kebutuhan kalori adalah jauh lebih tinggi daripada orang
dewasa, dalam tahun pertama bisa mencapai 112 kg/kg BB.
§ Umur 1 tahun membutuhkan lebih kurang 1000 kalori dan selanjutnya pada anakanak
lebih daripada 1 tahun mendapat tambahan 100 kalori untuk tiap tahunnya.
§ Penurunan kebutuhan kalori diatas 40 tahun harus dikurangi 5% untuk tiap dekade
antara 40 dan 59 tahun, sedangkan antara 60 dan 69 tahun dikurangi 10%, diatas 70
tahun dikurangi 20%.
3. Aktifitas Fisik atau Pekerjaan.
Jenis aktifitas yang berbeda membutuhkan kalori yang berbeda pula. Jenis aktifitas
dikelompokan sebagai berikut :
§ Keadaan istirahat : kebutuhan kalori basal ditambah 10%.
§ Ringan : pegawai kantor, pegawai toko, guru, ahli hukum, ibu rumah tangga, dan
lain-lain kebutuhan harus ditambah 20% dari kebutuhan basal.
§ Sedang : pegawai di insdustri ringan, mahasiswa, militer yang sedang tidak perang,
kebutuhan dinaikkan menjadi 30% dari basal.
§ Berat : petani, militer dalam keadaan latihan, penari, atlit, kebutuhan ditambah 40%.
§ Sangat berat : tukang beca, tukang gali, pandai besi, kebutuhan harus ditambah
50% dari basal.
4. Kehamilan/Laktasi.
Pada permulaan kehamilan diperlukan tambahan 150 kalori/hari dan pada trimester II dan III
350 kalori/hari. Pada waktu laktasi diperlukan tambahan sebanyak 550 kalori/hari.
5. Adanya komplikasi. Infeksi,
Trauma atau operasi yang menyebabkan kenaikan suhu memerlukan tambahan kalori
sebesar 13% untuk tiap kenaikkan 1 derajat celcius.
6. Berat Badan.
Bila kegemukan/terlalu kurus, dikurangi/ditambah sekitar 20-30% bergantung kepada
tingkat/kekurusannya.
B. Gula.
Gula dan produk-produk lain dari gula dikurangi, kecuali pada keadaan tertentu, misalnya
pasien dengan diet rendah protein dan yang mendapat makanan cair, gula boleh diberikan untuk
mencukupi kebutuhan kalori, dalam jumlah terbatas. Penggunaaan gula sedikit dalam bumbu
diperbolehkan sehingga memungkinkan pasien dapat makan makanan keluarga. Penggunaaan
gula untuk minuman dapat diberikan sesuai petunjuk bila diperlukan.
C. Standard Diet Diabetes Mellitus.
Untuk perencanaan pola makan sehari, pasien diberi petunjuk berapa kebutuhan bahan
makanan setiap kali makan dalam sehari dalam bentuk Penukar (P). Lihat lampiran (satu) 1.
Berdasarkan pola makan pasien tersebut dan daftar bahan makanan penukar, dapat disuusn
menu makanan sehari-hari.
D. Daftar Makanan Penukar.
Daftar bahan makanan penukar adalah suatu daftar nama bahan makanan dengan
ukuran tertentu dan dikelompokkan berdasarkan kandungan kalori, protein, lemak dan hidrat
arang. Setiap kelompok bahan makanan dianggap mempunyai nilai gizi yang kurang lebih sama .
Dikelompokkan menjadi 7 kelompok bahan makanan yaitu :
§ Golongan 1 : bahan makanan sumber karbohidrat.
§ Golongan 2 : bahan makanan sumber protein hewani.
§ Golongan 3 : bahan makanan sumber protein nabati.
§ Golongan 4 : sayuran.
§ Golongan 5 : buah-buahan.
§ Golongan 6 : Susu.
§ Dolongan 7 : Minyak
§ Golongan 8 : makanan tanpa kalori.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar